Sudah 9 hari blog natuna.org tidak saya sentuh, bukannya karena saya malas ngeblog atau internet lagi lelet tapi karena di dunia nyata lebih banyak lagi pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga tidak mempunyai kesempatan sama sekali melakukan aktifitas blogging walaupun sekedar blogwalking.
Singkat saja ceritanya. Akhir-akhir ini saya melakukan perjalanan yang cukup menyita waktu, ya perjalanan yang benar-benar habis di perjalanan, susah gimana mau mengucapkan dengan kata yang tepat, bayangkan betapa susahnya transportasi udara di Natuna “untuk saat ini”. Awalnya saya mengambil jalur dari Natuna saya ambil lewat pontianak baru ke Jakarta, kebetulan cuma jalur tersebut yang yang ada dan lancar-lancar saja, saat pulangnya yang bikin saya mengalami kesulitan. Bayangkan saja, saya harus menunggu pesawat yang mulai langka dari Batam ke Natuna, biasanya langka tiket sekarang pesawatnya juga langka. ya terpaksa saya harus terkatung-katung di Tanjungpinang dan Batam Selama 5 hari. Tujuan awal saya ke jakarta itupun memang karena ada tugas kantor selama 4 hari dan langsung pulang lewat Jakarta ke Tanjungpinang dan menginap 1 hari, berharap ada penerbangan ke Natuna lewat Batam terpaksa saya harus bermalam di batam selama 4 hari menunggu kejelasan penerbangan ke Natuna yang semakin sulit di dapatkan. Jika memilih jalur laut saya harus menunggu lebih lama lagi. Kalau lewat penerbangan pontianak ke natuna cuma hari selasa dan jumat saja yang ada, itupun saya harus menginap dan harus punya tiket di tangan, kalo tidak tambah lama lagi perjalanan yang ditempuh.
Sebelumnya dari Jakarta saya sudah jauh-jauh hari mencari informasi tiket pesawat ke Natuna, jawaban yang saya dapat tiket sudah full untuk hari senin. Setelah berada di tanjungpinang kemudian saya coba lagi mengontak seseorang ke Batam dan jawaban saya terima katanya tidak ada penerbangan untuk hari selasa kecuali lewat pontianak itupun harus terbang lagi dari batam, (aduh ga ada yang jauh lagi ya). Coba lagi cari info tiket pesawat hari ini (rabu) jawaban tetap sama, “fuuuuuuuuuuuuuuull”. cape deh…
Tapi alhamdulillah, atas kebaikan dan pertolongan seseorang pegawai Bandara Hang Nadim Batam hari ini saya bisa pulang ke Ranai Natuna, sebelumnya beliau menyarankan saya menunggu saja di bandara hari rabu ini walau tak punya tiket, dan selebihnya biar beliau yang mengurus, sekali lagi alhamdulillah saya bisa pulang dan tidur nyenyak di Natuna dan bisa online seperti biasa.
Cerita di atas itu cuma sedikit saja yang bisa saya sampaikan, kalo saya pandai menulis mungkin butuh 9 hari juga baru selesai membacanya (lebaiiiiyyy).
Selanjutnya saya akan memberi sedikit tips perjalanan ke Natuna, tips pada umumnya dan hanya mengulang kembali. Karena saya sering blogwalking ke blog anak Natuna kadang-kadang ada pengunjung nyeletuk di kotak komentar mereka, misalnya “halo pak/bu/mbak bisa bantu ga, ke Natuna itu butuh berapa lama dalam perjalanan, jadwal pesawatnya tau ga, kalo lewat laut harus dari mana, butuh biaya berapa ya, natuna itu gimana sih, saya pengen nanya karena saya akan bertugas di Natuna, tolong ya pak infonya…blablabla…”. kadang-kadang saya kasihan juga terhadap mereka karena masih kurang mendapatkan informasi yang mereka butuhkan tentang Natuna di dunia maya. Saya sendiri sebagai anak pulau yang katrok di negeri dongeng ini mengalami kesulitan mendapatkan info yang valid, apalagi mereka ya.
Nah singkat saja lngsung ke tipsnya, pertama-tama coba saja cari info tentang transportasi baik laut atau udara, jika perjalanannya singkat dan lewat udara saudara saya anjurkan memesan tiket pulang pergi jadi tidak repot-repot tinggal mengatur hari berapa lama kunjungan saudara. jika lama menetap misalnya 2 minggu atau lebih cukup sekali tiket pergi saja. Nah jika lewat jalur laut saudara harus rajin-rajin cari info kapan kapal tersebut berangkat dari atau ke Natuna, karena jadwal kapal ini rutenya hanya 1 minggu sekali kalau meleset tambah lama nunggunya, kalau soal tiket kapal laut memang lebih gampang jadi tidak perlu booking segala. kalau soal biaya ya harus lebih ekstra sedikit jika menggunakan transportasi udara, maklum yang namanya langka itu biasanya mahal harganya. Kecuali lewat transportasi laut masih terjangkau tapi memakan waktu yang lama.
Catatan : kalo mau cari informasi harus benar-benar pada tempatnya, jika lewat udara ya harus nanya ke agen tiketnya atau travel, jangan tanya ke saya ya, maaf, hehe. Karena jadwal dan transportasi udara Natuna bisa berubah-ubah. Kayak musim pancaroba. Saya cuma bisa mengucapkan kepada saudara “Selamat datang di wilayah perbatasan paling utara Indonesia“ klu bahasa Natuna biasa di sebut “Welcome to the Jungle“



mmm…saya pernah merasakan hal ini bro…dan terkatung2 harus bolak-balik batam-pinang untuk dapat ke natuna…
herannya kenapa nggak ada penambahan maskapai ya kesana..??? biar jadi nggak langka..
Wah…repot juga ya mas…naik pesawatnya cuma sebentar, tapi nunggu jadwal penerbangannya yang berhari-hari. Dengar2 sekarang ada jalur baru Natuna-Kalimantan yg reguler tiap hari…benarkah itu mas…?
btw, cita2ku berkunjung ke Natuna tak pernah surut…cuma menunggu saat yg tepat aja mas…sekedar berwisata aja.
Rizal@
mungkin kurang menguntungkan, sekarang orang berpikir profit oriented, bukan berpikir untuk hal yang bersifat sosial.
Srex@
kabar itu saya kurang tau, yang jelas natuna – pontianak (kalimantan barat) hanya melakukan penerbangan daalam seminggu hanya dua kali yakni hari selasa dan jumat.
sip ndan, semoga terlaksana. pantang mundur y, harap maklum wilayah diperbatasan yang serba kekurangan.
saya bahkan pernah tugas di natuna 1 tahun bro…tepatnya pulau subi kecil…
ampun deh…gak tahan mau nambah lagi…transportsi emang kendala utama,ambil gaji aja mesti sewa perahu motor…terakhir saya meninggalkan pulau subi yahun 2008..ada yg tau gak perkembangan sekarang ? mohon informasi dong…terutama transportasinya..kali aja pengen jalan2 kesana lg…
roland@
Wah pengalamannya berat juga ya,…
Skrg ke subi bisa kq bro pake kapal perintis, cuma belum bisa merapat…masih berlabuh di tengah laut..
lebih dari 9 kali saia bacanya mas
hahaha…pasti bingung ya sob dengan tulisan diatas,..saya sendiri juga bingung nh membaca tulisan yg satu ini, kq bisa lolos sensor