Keterbatasan Transportasi Laut Natuna

Transportasi Laut adalah cara paling ekonomis untuk mencapai wilayah Kabupaten Natuna, disamping biayanya relatif lebih murah, transportasi laut juga menjangkau daerah-daerah kepulauan yang tidak dapat dijangkau oleh jalur udara. Karena itu sarana transportasi laut dan pelabuhan laut sangat penting artinya bagi masyarakat Kabupaten Natuna, khususnya di daerah-daerah kepulauannya. Tanpa adanya sarana ini, masyarakat di daerah kepulauan akan terisolasi, dan mustahil untuk mengharapkan daerah-daerah tersebut dapat berkembang.

KM Bukit Raya
KM Bukit Raya

Saat ini wilayah Kabupaten Natuna di lewati oleh jalur pelayaran dari PELNI dengan Km. Bukit Raya dan kapal Perintis. Km. Bukit Raya berlayar dari Tanjung Priok – Blinyu – Kijang – Letung – Tarempa -Natuna – MidaiSerasan -Pontianak -Sampit-Surabaya, Kemudian dari Surabaya-Pontianak-Serasan – Midai – Natuna -Tarempa – Letung – Kijang – Blinyu – Tanjung Priok. Butuh waktu 1 (satu) minggu untuk Km. Bukit Raya singgah di pelabuhan yang sama di wilayah Kabupaten Natuna, dengan jalur yang berlawanan. Sedangkan kapal Perintis melayani jalur hampir ke semua pulau-pulau utama di Kabupaten Natuna.

Mayoritas Pelabuhan yang ada di Kabupaten Natuna masih belum memungkinkan untuk kedua jenis kapal tersebut untuk merapat. Tercatat hanya pelabuhan Ranai, Sedanau, dan Tarempa saja yang bisa di rapati oleh kapal penumpang tersebut.

Di pelabuhan-pelabuhan lain, kapal-kapal tersebut hanya hanya melabuh jangkar di tempat paling memungkinkan di dekat pelabuhan-pelabuhan tersebut. Untuk sampai ke pelabuhan atau untuk naik ke kapal, para penumpang dan barang yang akan dimuat harus naik perahu kecil bermotor yang di sebut pompong lebih dahulu.

Kecamatan Pulau Laut, sebagai daerah paling utara di Kabupaten Natuna dan merupakan penentu batas landas kontinen dan batas laut Indonesia, belum memiliki sarana pelabuhan yang memadai, padahal satu-satunya akses ke Pulau Laut adalah dengan menggunakan transportasi laut.

7 tanggapan tentang “Keterbatasan Transportasi Laut Natuna

  1. Wah, kalau liburan ke Natuna berarti minimal 1 minggu ya, karena perjalanan lautnya jadwal antar kapalnya 1 minggu ?

    - Permalink

  2. yogi mandolo

    kalo ada akses transport laut udara dari jakarta menuju Natuna kiranya dapat diperjelas nama kapal dan pesawatnya,harga tiket serata lama perjalanan nya.terima kasih…

    - Permalink

  3. …anakku (kuliah di UGM) sedang dalam perjalanan ke pulau Natuna untuk Kuliah Kerja Nyata di sana. Semoga selamat sampai tujuan. Dan selamat menikmati pantai-pantai indah di Natuna, sambil terus belajar. Amien.

    - Permalink

  4. rina nor sohib

    klo tran ke natuna syaratnya apa.bila kami tak punya biaya untuk tran ke natuna cara bagaimna.

    di tujukan kepada bpak bupati

    - Permalink

  5. R.Maulana Menwidjaya

    Natuna setelah menjadi Otonomi Daerah , seharusnya sdh bisa membangun Derahnya sendiri , dengan potensi yang di miliki. Pemda harus profesional caranya bekerja kalu mau membuka peluang dan mengundang Investor dalam maupun luar Negeri.
    Jika terlalu lama tertunda2, akan tertinggal dari daerah2 kab. lainnya.
    Maaf , ini sebatas yang kami lihat dan dengar dari berbagai kalangan masyarakat di Ranai…..Wass. RM

    - Permalink

    • admin

      apa yang bapak dengar dari masyarakat natuna memang benar, tampaknya belum ada keseriusan untuk membangun industri pariwisata yang profesional walau potensi wisata di natuna melimpah.

      - Permalink

  6. imran rusli

    terima kasih infonya, sayang tak dijelaskan kapan jadwal kapal perintis dari dan ke Natuna, juga tarifnya, kalau info itu ada orang akan lebih matang mempersiapkan perjalanan ke Natuna yang ternyata tak kalah eksotisnya dengan daerah-daerah lain di Indonesia

    - Permalink

Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan kami tampilkan.
Wajib mengisi kolom yang diberi tanda * (asterisk)

*